Widget edited by super-bee

Pages

Tuesday, 12 August 2014

✎ Mendaki Gunung Lawu Bag. 2

Obrolan-obrolan ringan dengan penduduk sekitar di warung ini terasa nyaman dan akrab. Kami mencoba menggali informasi tentang aturan-aturan yang sudah biasanya diterapkan di gunung-gunung lainnya.
Sejenak menengadah keatas, ingin melihat puncak lawu dari bawah, tapi semuanya tertutup kabut tebal. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi di atas sana.

Mendaki lewat Cemorosewu terdapat 5 pos perberhentian. Menurut cerita seorang teman yang pernah kesini , sebagian besar jalurnya merupakan bebatuan. Hanya dari pos 5 sampai puncak Hargo Dumilah yang berupa tanah. Iring-iringan pendaki tampak muncul dari tebalnya kabut, turun dengan raut muka yang puas seolah baru memenangkan sayembara. Sepertinya tidak ada badai pikirku.

Dan kini waktu menunjukkan jam satu siang.  Kami bergegas mendaki menuju ke pos 1. Di pos satu jalan lumayan landai, sehingga tidak begitu menguras tenaga. Hanya butuh waktu satu jam untuk tiba di pos pertama ini. Disini ada sebuah warung makan, dari luar tampak berbagai macam gorengan di jajakan.



Berangkat ke pos 2 jalanan mulai meliku dan terjal. Keringat mulai keluar meskipun keadaannya dingin.
Berbeda dari lainnya, menuju pos 2 merupakan jalur yang paling jauh. Kira-kira 2 kali lipat dibanding jalur pos lainnya, atau sekitar 2 jam untuk sampai. Sepanjang jalanan ini, kita paling sering beristirahat, ada seorang teman yang mual-mual karena baru pertama kali naik gunung.

Pos 2 merupakan  suatu areal yang cukup luas dan landai, kami beristirahat bersama pendaki lain dari berbagai daerah. Rupanya mereka sedang juga sedang beristirahat dan makan siang. Beberapa diantaranya sengaja mendirikan tenda di pos ini. Saya dan beberapa teman mencoba menggapai dan memetik satu buah yang bentuknya mirip murbay dan berwarna merah meski ternyata rasanya asam.


Selanjutnya menuju pos 3 dan 4 yang masing-masing ditempuh satu jam perjalanan. Batu-batu besar di sisi tepi jalan terkadang menghalangi pandangan. Tidak lupa juga disini berdiri kokoh tebing-tebing sekitar 10 meter tingginya.

Beberapa hewan gunung mulai nampak, diantaranya burung, entah jenis apa, berwarna coklat sebesar burung jalak, jumlahnya pun tidak sedikit. Yang paling mengejutkan adalah munculnya seekor kera putih. “Krusuk… semua tersontak kaget karena mengira ada dahan pohon yang patah. Dan ternyata itu ulah seekor kera. Sayangnya kami kesulitan mengambil gambar kera itu.

Perjalanan ke pos 4,  kami mendapat 3  anggota baru yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Mereka berasal dari Sragen. Kami memutuskan untuk mengajak mereka bergabung karena dua buah tenda yang kami bawa cukup besar, lagi pula langit juga mulai berangsur-angsur gelap.

Dilanjut ke pos 5, rintik hujan mulai jatuh. Mantel yang sudah disiapkan akhirnya berguna juga. Suara petir bergemuruh memecah suasana yang sepi dan gelap. Pikiran negatif pun muncul saat kilat sangat tampak jelas sejajar di depan mata. Iring-iringan pun menjadi berjauhan satu sama lain. Hanya bisa berdoa dan berjalan pelan di tengah guyuran hujan ditemani senter yang hanya bisa menerangi beberapa meter saja karena kabut, mencari tempat landai untuk mendirikan tenda karena hujan makin lama semakin menderas.

Tidak berapa lama,kami tiba di sebuah sabana yang cukup luas sebelum pos 5, hujan mulai mereda namun angin bertiup kencang. “Perjalanan ke puncak hanya sekitar  1 jam, kita kemah disini sambil menanti subuh” ujar seorang teman. Kami memutuskan  membangun tenda disini meskipun agak tergenang air.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Tenda selesai dibangun, Saya segera mengeluarkan semua logistik dari dalam tas yang sudah setengah basah.  Beberapa teman sibuk memasak mie instan dan yang lainnya menyeduh kopi. Tak terasa sudah enam jam perjalanan dilalui. Sekarang waktunya istirahat.

Bersambung…


Sebelumnya







Comments
1 Comments

1 comments:

  1. Keren foto-foto diatas Gan...emang alam Indonesia ini sangat indah dan alami, oleh karenanya patut kita cintai bumi pertiwi ini ya :-bd

    ReplyDelete

Total Pageviews

Histats